Siaran Pers

Pernyataan Sikap: Pastikan Perlindungan dan Dukungan bagi Anak-Anak Terdampak Konflik Desa Wadas, Purworejo

RILIS BERSAMA: ALIANSI PENGHAPUSAN KEKERASAN TERHADAP ANAK (PKTA) BERSAMA JARINGAN AKSI, DAN INDONESIA JOINING FORCES–ENDING VIOLENCE AGAINST CHILDREN (IJF-EVAC)

Aliansi PKTA bersama Jaringan Aksi, serta Indonesia Joining Forces (IJF) prihatin atas peristiwa kekerasan dalam konflik pembebasan lahan untuk penambangan batu andesit di Desa Wadas sebagai material pembangunan Waduk Bener. Langkah pemerintah melakukan pengerahan aparat bersenjata dari TNI/Polri serta adanya indikasi tindakan kekerasan dapat berdampak ketakutan, tekanan psikologis/traumatis anak-anak yang menyaksikan atau secara langsung terdampak,ditangkap atau orang tua mereka mengalami kekerasan dan penangkapan.

Diberitakan bahwa terdapat 64 orang yg ditangkap dan 10 diantaranya adalah anak-anak (CNNIndonesia.com, Rabu, 9/2).

Aliansi PKTA Bersama Jaringan Aksi dan IJF menuntut:

  1. Dihentikannya segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap warga desa Wadas, karena berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap anak-anak di desa tersebut. Aliansi memandang Aparat Penegak Hukum perlu mengedepankan pendekatan humanis dan dialogis agar juga menjadi pembelajaran positif bagi generasi muda dan anak-anak.
  2. Semua pihak, Pemerintah, Aparat Penegak Hukum, maupun masyarakat yang terlibat, TIDAK melakukan tindakan apapun yang bisa berakibat buruk bagi anak-anak di desa Wadas, karena tindakan kekerasan dalam bentuk apapun akan meninggalkan luka batin dan dapat berakibat trauma yang berkepanjangan.
  3. Pemerintah dan penegak hukum harus memastikan bahwa anak tidak dilibatkan dalam konflik yang terjadi di Desa Wadas, TIDAK boleh ada anak-anak karena kerentanan mereka menjadikan mereka korban yang paling terkena dampak negatif.
  4. Mendorong lembaga para pemberi layanan, terutama P2TP2A atau UPTD PPA setempat, atau para Pekerja Sosial untuk segera memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak, baik yang ditangkap, maupun yang terdampak baik langsung maupun tidak langsung dari peristiwa kekerasan ini.

 

Anak adalah masa depan negeri ini, jangan dirusak tumbuh kembangnya dengan bentuk-bentuk kekerasan serta tindakan represif yang dipertontonkan di depan mereka.

_________________________

 

Profil Aliansi PKTA:

Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (Aliansi PKTA) adalah koalisi masyarakat sipil Indonesia yang anggotanya terdiri dari organisasi-organisasi yang memiliki kesamaan tujuan dalam memperjuangkan penghapusan kekerasan terhadap anak di Indonesia. Aliansi PKTA percaya bahwa kekerasan dapat dicegah dengan kemitraan yang kuat dan upaya semua komponen masyarakat untuk terlibat dalam perlindungan anak dari kekerasan.

Organisasi yang tergabung dalam Aliansi PKTA adalah: Aliansi Remaja Independen (ARI); ChildFund International di Indonesia; Ecpat Indonesia; Fatayat Nahdatul Ulama; Gugah Nurani Indonesia; HI-IDTL ; Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) ; ICT Watch ; JPAI – The SMERU Research Institute ; Kampus Diakonia Modern (KDM) ;  MPS PP Muhammadiyah ; Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI); Yayasan Plan International Indonesia ; Pusat Kajian dan Advokasi Perlindungan dan Kualitas Hidup Anak, Universitas Indonesia (PUSKAPA) ; Rifka Annisa ;  Rutgers WPF Indonesia ; SAMIN ; SAHABAT ANAK; SEJIWA ; Setara ; SOS Village ; Wahana Visi Indonesia (WVI) ; Yayasan Pulih ; Yayasan Save the Children ; Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) ;  Youth Network on Violence Against Children (YNVAC) ; Yayasan KAKAK ; Yayasan PLATO ; Yayasan KKSP ; Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata.

Profil Jaringan AKSI:

Jaringan AKSI terbentuk pada 30 November 2016 melalui kesepakatan bersama 32 organisasi masyarakat sipil. Jaringan AKSI berfokus pada upaya-upaya perlindungan dan pemberdayaan anak dan remaja, khususnya remaja perempuan. Jaringan AKSI bekerja secara tematik berdasarkan kebutuhan dan perkembangan isu yang terkait dengan remaja perempuan di Indonesia, antara lain: penghapusan perkawinan anak, penghapusan  kekerasan seksual, penghapusan praktik mutilasi genital perempuan, larangan pelibatan paksa dalam kegiatan ideologi fundamentalisme, kejahatan konflik terhadap remaja, perlindungan hak-hak atas jaminan pendidikan, kebebasan berpendapat dan kebebasan berekspresi serta tema-tema relevan lainnya demi peningkatan kesejahteraan remaja perempuan. Saat ini Jaringan AKSI beranggotakan 38 organisasi dan individu.

Profil Indonesia Joining Forces to End Violence Against Children (IJF to EVAC)

IJF to EVAC adalah kolaborasi enam organisasi yang berfokus pada anak yang bertekad untuk bekerja bersama dan menciptakan dampak yang lebih besar dalam kehidupan anak-anak. Aliansi ini bertujuan untuk memastikan anak-anak dapat hidup dan tumbuh di sekolah, rumah, dan komunitas yang bebas dari kekerasan. Enam NGO yang berfokus pada anak di Indonesia yang tergabung di IJF to EVAC ini adalah Wahana Visi Indonesia (WVI), Save the Children Indonesia, Yayasan Plan International Indonesia, SOS Children’s Villages Indonesia, ChildFund internasional di Indonesia, dan Federasi Internasional Terre des Hommes (dengan mitranya Pusat Studi dan Perlindungan Anak / PKPA).

Scroll to Top