
Pada bulan Februari 2021, bertepatan dengan momen bulan timbang di Posyandu, Program BISA – yang dijalankan oleh Save the Children Indonesia dan Nutrition International, serta didukung Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara, mengadakan kegiatan edukasi bagi para ibu/pengasuh mengenai pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) yang tepat. Kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman ibu/pengasuh tentang MPASI yang tepat. Pada akhirnya, ini bisa mendorong peningkatan angka kecukupan gizi anak- anak di Timor Tengah Utara.
Berdasarkan data studi dasar Program BISA (Better Investment for Stunting Alleviation) tahun 2020 terhadap responden di Timor Tengah Utara, hanya sekitar 3 dari 10 anak usia 6-23 bulan yang memenuhi standar minimal keragaman makanan (tujuh kelompok makanan). Dari responden yang sama, hanya sekitar 1 dari 5 anak yang memenuhi angka kecukupan gizi.
Hal ini menandakan praktik pemberian MPASI yang tepat masih belum berjalan dengan baik di masyarakat. Ibu hamil yang mengonsumsi minimal lima kelompok makanan – dari total 10 kelompok – hanya 13,7%. Persentase ini lebih rendah dibandingkan temuan di Kabupaten Kupang yang mencapai 35%. Sementara itu, ibu hamil yang mengonsumsi protein hewani hanya sekitar 60,5% – relatif sama dengan temuan di Kupang yaitu 60,8%.
Pengetahuan ibu/pengasuh tentang MPASI yang tepat relatif masih rendah di Timor Tengah Utara. Berdasarkan survei, hanya sekitar 6 dari 10 ibu (58,4%) dari anak usia 0-23 bulan yang dapat menyebutkan usia tepat untuk memperkenalkan MPASI. Kemudian, hanya sekitar 5-6 dari 10 orang yang dapat menyebutkan minimal satu manfaat MPASI. Karena itu, fungsi edukasi Posyandu sebagai kegiatan rutin untuk pemantauan tumbuh kembang bayi bawah dua tahun (baduta) perlu dioptimalkan.
Memperbaiki Pola Makan untuk Anak-Anak Sejak Dini
Salah satu kegiatan inisiatif Program BISA adalah edukasi pemberian MPASI untuk para ibu/ pengasuh. Kegiatan ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, yang telah dilakukan pada 2-3 Februari 2021, adalah sesi latihan penyegaran pemberian makan bayi dan anak (PMBA) dari tim fasilitator Program BISA kepada kader Posyandu dan bidan desa. Dalam sesi penyegaran ini, fasilitator mendorong kader dan bidan untuk menindaklanjuti latihan dengan mengadakan demo menyiapkan MPASI di Posyandu. Kader dan bidan serta Dinas Kesehatan sepakat untuk mengadakan kegiatan tersebut. Kegiatan inilah yang menjadi tahap kedua dari keseluruhan kegiatan edukasi.
Dalam Demo MPASI tersebut, kader dan bidan memperkenalkan MPASI yang tepat bagi anak usia 6-24 bulan. Tujuan besarnya memperbaiki pola makan untuk anak-anak sejak dini. Makanan yang tepat ditentukan dari usia anak serta frekuensi pemberian, jumlah porsi, tekstur atau kekentalan, variasi, dan kebersihan makanan.
Sejumlah Posyandu yang melaksanakan Demo MPASI antara lain unit-unit di Desa Banfanu dan Tuabatan. Bidan dan kader memberikan sesi ini kepada ibu/pengasuh baduta (bayi usia bawah 2 tahun) yang hadir di Posyandu untuk keperluan timbang anak-anak. Dalam Demo MPASI di Banfanu, kegiatan dihadiri oleh sekitar 20 orang ibu/pengasuh. Josefa Rosela, fasilitator PMBA dari Dinas Kesehatan, juga bergabung sebagai fasilitator demo.
Menurut Josefa, demo MPASI sangat penting dan bermanfaat bagi ibu-ibu balita karena tiga hal. Pertama, ini dapat membekali mereka tidak hanya tentang pengetahuan, tetapi praktik penyiapan MPASI yang baik sesuai rekomendasi, termasuk menu “MPASI 4 Bintang”. Kedua, memberi pemahaman bahwa makanan bergizi tidak harus mahal, tetapi bisa sederhana dengan memanfaatkan pangan lokal yang ada asal memenuhi anjuran menu 4 Bintang. Ketiga, demo masak lebih operasional karena langsung ke sasaran, yaitu ibu-ibu balita dan ibu hamil. Hal ini penting dalam rangka pencerahan stunting di periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yaitu sejak saat kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.
“Sebaiknya kegiatan ini dilakukan secara simultan di semua Posyandu sebagai gerakan sosial cegah stunting pada masa 1.000 HPK,” ungkap Josefa.

Kemudian di Tuabatan, demo pertama diadakan di Posyandu B pada 8 Februari 2021 dan dihadiri oleh 23 orang ibu/pengasuh. Demo kedua diadakan di Posyandu A pada 13 Februari 2021 dan dihadiri oleh 26 orang ibu/pengasuh. Selain demo masak PMBA, fasilitator juga memberi contoh praktik menyiapkan “isi piring ibu hamil”. Salah satu fasilitator PMBA Puskemas, Imelda Banase, turut bergabung sebagai fasilitator. Tenaga pelaksana gizi (TPG) Puskesmas juga hadir untuk mengamati pelaksanaan demo.
“Demo MPASI itu penting dan baik supaya masyarakat semakin paham, mengerti, dan tergerak mau melakukan pemberian MPASI,” kata Imelda.
Tanggapan Peserta
Dalam kegiatan di tiga Posyandu ini, para ibu/pengasuh menunjukkan antusias dalam menyimak proses pembuatan MPASI sesuai rekomendasi. Mereka mengamati bagaimana petugas dan kader mengambil bahan makanan seperti makanan pokok (nasi), lauk hewani dan nabati, serta sayur dan buah. Lalu ada juga praktik cuci tangan pakai sabun sebelum penyiapan serta penyiapan sesuai tekstur, jumlah, dan variasi makanan.

Para petugas juga menyiapkan makan untuk ibu hamil sesuai isi piring dan variasi. Setelah disiapkan oleh petugas, MPASI dan makanan ibu hamil ditampilkan di meja penyuluhan. Petugas memberi penjelasan lebih lanjut kepada ibu/pengasuh. Para ibu/ pengasuh berharap ingin mempraktikan apa yang telah mereka dapat, terutama pengetahuan bahwa anak usia 6 bulan bisa makan daging yang diolah dan dimasak dengan cara tertentu (daging dimasak bersama bubur kemudian dihaluskan dan disaring). Selama ini mereka menganggap anak kecil atau bayi tidak bisa makan daging karena teksturnya keras.
Para ibu/pengasuh di Taubatan mengatakan, selama ini mereka salah dalam memberi MPASI. Mereka memberikan tidak sesuai golongan umur, padahal bidan dan fasilitator dari Puskesmas sudah melakukan penyuluhan beberapa kali. Beberapa ibu menyebut bahwa selama ini mereka berpikir bahwa yang penting anak kenyang dan tidak rewel, padahal makanan yang mereka siapkan belum tentu tepat. Mereka bertekad akan mulai mengubah persepsi dan kebiasaan ini.
Edukasi pemberian MPASI melalui demo masak ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Program BISA dari Save the Children Indonesia dan Nutrition International untuk mewujudkan tujuan strategis pertama program, yaitu peningkatan praktik PMBA dan aspek higiene pada ibu hamil dan menyusui seta ibu/pengasuh anak baduta.
Berikutnya, Program BISA akan mendorong pengadaan supervisi untuk pelaksanaan rencana demo MPASI dan isi piring ibu hamil/menyusui berikutnya, serta kegiatan tindak lanjut lain berupa konseling PMBA kepada setiap individu. Selain itu, Program BISA juga akan mendorong kader memberikan sesi- sesi penyadaran kepada ibu hamil di Posyandu tentang makanan kaya zat besi selama kehamilan, ASI eksklusif, dan MPASI yang sesuai dengan kebutuhan melalui pelatihan “Emo Demo”.