Dukung Adaptasi Kebiasaan Baru, Save the Children Sumbang Belasan Ribu Masker dan Poster di Tasikmalaya

Save the Children telah mendistribusikan 12.850 masker dan 7.500 poster untuk mengedukasi masyarakat di tiga desa di Kabupaten Tasikmalaya. Distribusi masker dan poster ini merupakan bentuk dukungan Save the Children dalam implementasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Provinsi Jawa Barat.  Pembagian masker dan poster dipimpin langsung oleh para kepala desa dibantu dengan masyarakat yang tergabung sebagai fasilitator desa Program Pengurangan Risiko Bencana – Save the Children.

“Sebanyak 42 orang perwakilan dari masyarakat desa yang telah terlatih sebagai fasilitator program pengurangan risiko bencana akan membantu Pemerintah Desa dalam pendistribusian masker dan poster. Tak hanya itu, para fasilitator desa juga akan menempatkan 201 hand sanitizer dan 10 alat pengukur suhu tubuh di titik-titik area publik sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat,” ungkap Victor Rembeth, Direktur Program Pengurangan Risiko Bencana Save the Children Indonesia.

Secara simbolis, bantuan diserahkan secara langsung kepada Direktur Penanganan Daerah Rawan Bencana Hasman Ma’ani dari Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Dalam seremoni ini, aksi nyata di tiga desa di Kabupaten Tasikmalaya terkait upaya pencegahan COVID-19 juga sekaligus disampaikan.

Pada akhir Juli 2020, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, berdasarkan hasil survei, hanya 50% warga yang sejauh ini patuh memakai masker di tengah pandemi COVID-19. Merujuk data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Jawa Barat pada tahun 2019 mencapai 49.316.712 jiwa. Dengan demikian, sekitar lebih dari 24 juta warga tidak memakai masker.

Aksi Respons COVID-19 ini dilakukan di Desa Sindangkerta (Kecamatan Cipatujah) dan Desa Mandalajaya (Kecamatan Cikalong) di Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan pencegahan COVID-19 dan memastikan para keluarga, termasuk anak-anak, bisa dengan mudah mendapatkan masker serta memahami bahaya COVID-19. Harapannya, hal ini bisa memutus rantai penyebaran virus korona.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa dan kita wajib serta mutlak memenuhi hak mereka di situasi pandemi seperti ini. Terima kasih atas apa yang telah dilakukan Save the Children yang sangat peduli terhadap masyarakat desa terutama anak anak,” ujar Hasman Ma’ani.

Lanjut Hasman, “Aksi nyata Save the Children di desa, bekerja sama dengan masyarakat desa dan pemerintah desa, merupakan aksi yang inspiratif dan membantu pemerintah dalam memerangi virus korona.”

Melalui Program Pengurangan Risiko Bencana, Save the Children, didukung oleh Google, bekerja sama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana & Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Provinsi Jawa Barat, meningkatkan kapasitas masyarakat untuk menjadi fasilitator desa dan berkontribusi nyata terhadap upaya pengurangan risiko bencana di desa-desa di Jawa Barat.

Scroll to Top