Menghadapi Keterbatasan dan Melihat Peluang: Kisah Lily Menempa Kepercayaan Diri 

Cerita Perubahan

“Aku sangat khawatir dan tidak percaya diri tidak bisa mengembangkan potensi diriku karena keterbatasan akses, ruang, dan dukungan. Apakah aku bisa mencapai cita-citaku menjadi dokter hewan atau tidak?” 

Lily (17), seorang pelajar SMK jurusan kesehatan hewan di Jawa Timur, sempat merasa sangat khawatir terhadap masa depannya. Namun ia gigih belajar, beradaptasi, dan menyerap hal baru, termasuk saat dia bergabung menjadi anggota Youth Advisory Council (YAC), kelompok anak dan orang muda dampingan Save the Children melalui Program Skills to Succeed. 

Orang tua Lily memiliki harapan besar agar anak semata wayang mereka bisa hidup sukses dan mandiri di masa depan. Namun, perjalanan Lily untuk mewujudkan impiannya tidak mudah. Dia menghadapi sejumlah tantangan, termasuk ketika dia dan keluarganya harus pindah ke kota lain dan kesulitan menemukan sekolah yang tepat. Ia juga sempat merasa kurang mendapatkan dukungan dari teman-teman dan tidak bisa bebas berekspresi. 

“Aku merasa sangat sedih ketika harus pindah ke luar kota karena masalah keluarga. Aku sudah punya rencana untuk masa depanku di kota sebelumnya. Semuanya hancur karena aku harus pindah,” kenang Lily. 

Setelah pindah dari satu pulau ke pulau lain, ia akhirnya melanjutkan sekolah di sebuah SMK di Jawa Timur. Ia awalnya antusias hendak mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual. Namun setelah menimbang jenjang karier yang hendak ia tuju, ia membatalkan niatnya. Ia sempat juga menimbang bersekolah di kota lain, tetapi ia merasa sulit untuk beradaptasi lagi di kota baru. 

Lily bercerita, dulu dia bukan siswa yang aktif bergaul, meskipun dia bergabung dengan keanggotaan OSIS saat SMP. Ia merasa kurang percaya diri dan pengetahuannya terbatas. Namun ia punya keinginan kuat untuk berubah. Setelah mengamati dan berefleksi, ia melihat jalan. Di kotanya saat ini, banyak orang memiliki kandang ternak. Ia pun memutuskan untuk bersekolah di SMK dengan jurusan kesehatan hewan. 

Berbagai pengalaman di SMK menempanya. Suatu kali, ia pernah magang di pusat kesehatan hewan di universitas. Dari situ, ia menyadari besarnya potensi usaha peternakan di wilayah tempat tinggalnya. 

Pengalaman lain adalah tatkala Lily terpilih untuk mewakili sekolahnya sebagai anggota Youth Advisory Council – Save the Children. Ini menandai perjalanan baru untuk pengembangan dirinya. Melalui YAC, Lily semakin mengenali dirinya dan meningkatkan kepercayaan diri dengan mengikuti beberapa pelatihan terkait advokasi. Ia juga mengembangkan keterampilan kerja, berbicara di depan umum, serta ketrampilan pendukung lain seperti menghadapi wawancara kerja. Ia ingin berubah menjadi lebih baik. 

Setelah bergabung dengan YAC, Lily merasa lebih bisa terbuka dalam menyampaikan pendapat dan lebih aktif mengikuti kegiatan, termasuk sejumlah kompetisi yang disarankan oleh sekolahnya. Ia juga lebih berani bertekad untuk mengejar impiannya. 

“Berkat pelatihan tatap muka yang diselenggarakan oleh YAC tahun lalu, aku memiliki pengalaman untuk membuka diri dengan teman-teman yang baru,” tutur Lily. “Aku mulai berani untuk berinteraksi dengan banyak orang di tempat magang dan sekolahku. Itu semua mengubah hidupku, mendatangkan banyak kesempatan baru.” 

Semasa sekolah, Lily berhasil meraih sejumlah prestasi di beberapa perlombaan, seperti lomba inovasi & teknologi yang diadakan fakultas pertanian serta lomba kompetensi siswa bidang peternakan tingkat kabupaten dan provinsi. Ia juga telah mendapatkan beasiswa penuh selama empat tahun di sebuah universitas di Jawa Timur. Namun mimpinya belum berakhir di sini. Lily masih ingin mencapai banyak hal. 

Saat ini, Lily juga sedang membuka usaha camilan cheese roll bersama salah satu temannya anggota YAC. Melalui YAC, ia juga mendapatkan pelatihan tentang kesetaraan gender. Ia semakin yakin untuk mewujudkan cita-citanya menjadi dokter hewan. 

“Sekarang aku percaya bahwa kunci kesuksesan adalah kepercayaan terhadap diri sendiri dan usaha serta tidak mudah menyerah terhadap segala tantangan dalam hidup,” pungkasnya. 

Teks: Esa Maharani, Justicia Maulida, Purba Wirastama
Skip to content scroll to top button