Cornelis, sarjana pertama dari desanya, berpose untuk foto di depan ruang PAUD tempatnya kini mengabdi sebagai pengajar. PAUD sederhana berbahan bambu ini dibangun bersama oleh Kelompok Perlindungan Anak di desanya.
(Foto: Metri Wulandari / Save the Children)
Sorotan dan rangkuman cerita dari program, respons, kampanye, dan aktivitas Save the Children Indonesia di berbagai provinsi.
Cerita Penggerak
Kisah Cornelis Ngongo, Sarjana Peternakan yang Mengabdi untuk PAUD Pertama di Desanya
“Saya tergerak untuk menjadi guru PAUD karena keadaan lingkungan saya. Di kampung, hanya saya yang menjadi sarjana. Saya berpikir kenapa harus saya sendiri, harus ada juga generasi berikutnya yang jadi sarjana,” kata Cornelis Ngongo (28), sarjana peternakan yang kemudian mengabdi sebagai pengajar anak-anak usia dini di desanya.
Nurma Nengsih, Upaya Menjadi Manfaat bagi Masyarakat
Bergabung di Save the Children Indonesia menambah perspektif Nurma Nengsih tentang pola dan cara pengasuhan anak. Alasan Nengji bertahan di Save the Children adalah agar masyarakat bisa terus mendapatkan edukasi terkait pemenuhan hak anak.
Menyuarakan Hak-Hak Anak dan Orang Muda di Konferensi CSW di Amerika Serikat
Aruna, anggota Children & Youth Advisory Network, menuliskan kisah pengalamannya mengikuti konferensi Commision on the Status of Women ke-23 di Amerika Serikat dan menyuarakan hak-hak anak dan orang muda.
Kisah Sandy Mendekatkan Akses Air Bersih untuk Anak-Anak dan Warga Desa
Sandy bersama teman-temannya, Soleman dan Anjas, membentuk tim Golden Scorpio. Tim ini berhasil lolos program i2Change dan dibekali kemampuan untuk menjadi agen pembawa perubahan di komunitasnya. Berangkat dari persoalan kelangkaan air di desa, mereka mengusulkan pembuatan bak penampungan air.
Ferdi dan Raisa Belajar Lebih Nyaman dengan Bantuan Gazebo
Ferdi (13) dan Raisa (13) kini belajar di gazebo yang didistribusikan Save the Children Indonesia. Gazebo digunakan sebagai ruang belajar sementara mengganti tenda yang terasa panas dan tidak nyaman.
Tak Khawatir Kemarau, Murid-Murid Euis Belajar Lebih Nyaman di Gazebo
Tidak hanya murid, para guru juga merasakan kenyamanan setelah mendapat bantuan gazebo sebagai pengganti tenda. Kini mereka dapat belajar dan mengajar lebih nyaman, pascagempa melanda Cianjur pada November 2022 lalu.
Bantuan Tunai Bantu Kehidupan Fitri dan Ketiga Keponakannya Setelah Pandemi
Fitri (45) dan keluarganya merawat ketiga keponakan mereka yang ditinggalkan orang tua saat pandemi. Sementara itu, keluarga Fitri juga mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi. Save the Children melalui Program Respons COVID-19 membantu keluarga Fitri melalui bantuan modal untuk pengembangan usaha.
Bisnis Kerupuk Bantu Para Ibu dengan Anak Disabilitas di Lembang Mendapatkan Penghasilan Tambahan dan Teman Berbagi Cerita
Karyati rutin bertemu dengan para ibu lain saat sedang menemani anak-anak mereka di sebuah sanggar anak disabilitas di Bandung Barat, Jawa Barat. Dalam Program Respons COVID-19 oleh Save the Children Indonesia dan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM), Karyati dan kawan-kawannya mendapatkan pelatihan bisnis wirausaha dan strategi pemasaran. Mereka lantas membentuk kelompok usaha produksi kerupuk bernama Rumah Usaha Kreatif.
Save the Children Menjadi Mitra Kemendikbudristek, Rumuskan Regulasi terkait Isu Kekerasan Anak di Sekolah
Kemendikbudristek telah meresmikan Peraturan Menteri tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP) pada 8 Agustus 2023. Save the Children Indonesia mendapat kepercayaan untuk menjadi salah satu mitra strategis Kementerian dalam mengawal dan memastikan efektivitas PPKSP sebagai payung hukum untuk melindungi seluruh warga satuan pendidikan.